Kesehatan si kecil, di tangan terpercaya.
dr. Gregory Joey, Sp.A adalah Dokter Spesialis Anak yang merawat kesehatan dan tumbuh kembang anak di Samarinda, dengan pengalaman 12 tahun. Beliau praktik di tiga rumah sakit: RSIA Jimmy Medika Borneo, RS Primecare Samarinda, dan RS Tentara Samarinda. Layanan utamanya meliputi pemantauan pertumbuhan sesuai Standar Pertumbuhan Anak WHO, imunisasi sesuai jadwal nasional, serta pencatatan rekam kesehatan anak dalam satu tempat.
Beliau praktik di tiga rumah sakit di Samarinda: RSIA Jimmy Medika Borneo, RS Primecare Samarinda, dan RS Tentara Tk.IV Samarinda. Jam praktik di setiap rumah sakit berbeda dan dapat berubah — jadwal terbaru selalu ditampilkan di halaman Booking dr-joey.com, jadi Anda bisa memastikan hari dan jamnya sebelum berangkat dari rumah.
Buka dr-joey.com, masuk dengan akun Google Anda, lalu pilih tanggal praktik yang paling nyaman. Anda akan melihat jadwal praktik di ketiga rumah sakit dalam 14 hari ke depan. Booking membantu Anda datang di waktu yang tepat; pendaftaran dan antrean di rumah sakit tetap mengikuti aturan masing-masing rumah sakit.
Dokter spesialis anak menangani anak sejak lahir hingga usia 18 tahun — mulai dari bayi baru lahir, balita, usia sekolah, sampai remaja. Yang paling sering ditangani sehari-hari adalah kelompok usia 0–5 tahun, karena di rentang inilah pertumbuhan, perkembangan, dan jadwal imunisasi paling padat.
Pada tahun pertama, kontrol umumnya mengikuti jadwal imunisasi — sekitar setiap 1–2 bulan — lalu berangsur menjadi setiap 3–6 bulan pada usia 1–5 tahun. Tujuan kontrol rutin bukan hanya vaksin, tetapi memastikan berat, panjang badan, dan lingkar kepala anak tetap berada di jalur yang benar. Di luar jadwal itu, anak perlu diperiksa kapan saja bila ada keluhan yang mengkhawatirkan.
Berat badan yang sulit naik paling sering berkaitan dengan asupan yang kurang, pola makan yang belum tepat, atau infeksi berulang. Yang menentukan bukan angka timbangan sekali waktu, melainkan arah grafik pertumbuhan dari bulan ke bulan. Bawa anak ke dokter bila berat badannya tidak naik selama dua bulan berturut-turut, grafiknya turun melewati garis kurva, atau anak terlihat lemas dan sering sakit.
Stunting adalah kondisi tinggi badan anak jauh di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, biasanya sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting dikenali dari pengukuran tinggi atau panjang badan menurut usia yang berada di bawah batas kurva pertumbuhan WHO — bukan dari penampilan anak. Karena itu pengukuran rutin sejak bayi adalah cara deteksi paling awal, jauh sebelum perbedaannya terlihat mata.
Kurva pertumbuhan WHO membandingkan ukuran anak Anda dengan ribuan anak sehat seusianya, dan yang dibaca adalah ARAH garisnya, bukan satu titik. Garis yang naik sejajar mengikuti pola kurva menandakan pertumbuhan yang sehat, meskipun posisinya tidak di tengah. Yang perlu perhatian adalah garis yang mendatar atau memotong turun ke pita di bawahnya.
MPASI (Makanan Pendamping ASI) dimulai saat bayi berusia 6 bulan, setelah ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Selain usia, perhatikan kesiapan bayi: mampu duduk dengan sokongan, kepala tegak stabil, dan tertarik pada makanan. ASI tetap diberikan bersama MPASI hingga usia 2 tahun.
Buat jadwal makan yang teratur, batasi waktu makan sekitar 30 menit, dan hindari camilan atau susu berlebihan menjelang jam makan. Sajikan porsi kecil, biarkan anak mengeksplorasi makanannya, dan usahakan suasana makan tanpa gawai maupun paksaan. Bila berat badan mulai tidak naik, anak tersedak atau muntah berulang, atau menolak hampir semua jenis makanan, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Anak perlu diperiksa bila buang air besar kurang dari tiga kali seminggu disertai tinja keras, anak kesakitan atau menahan BAB, perut kembung, atau ada darah pada tinja. Pada kasus ringan, tambahan cairan, buah, dan serat sering sudah membantu. Sembelit yang berulang perlu ditangani agar tidak menjadi kebiasaan menahan yang justru memperberat.
Segera ke dokter bila bayi di bawah 3 bulan demam, atau bila anak kejang, sangat lemas dan sulit dibangunkan, sesak napas, terus muntah, tidak mau minum, tampak dehidrasi, muncul ruam, atau demam bertahan lebih dari tiga hari. Yang lebih penting daripada angka termometer adalah bagaimana keadaan anak: anak yang masih aktif dan mau minum umumnya lebih aman daripada anak yang lemas meski suhunya lebih rendah.
Demam ringan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang umum dan biasanya membaik dalam 1–2 hari — ini menandakan tubuh anak sedang membangun kekebalan. Bantu anak dengan memberi ASI atau cairan lebih sering, kompres, dan cukup istirahat. Segera hubungi dokter bila demam sangat tinggi dan tidak turun, anak terlihat lemas atau kejang, menangis terus-menerus, atau muncul ruam berat.
Batuk pilek ringan tanpa demam tinggi umumnya bukan halangan untuk imunisasi, sehingga jadwal vaksin tidak perlu tertunda tanpa alasan. Yang biasanya ditunda adalah kondisi sakit sedang hingga berat atau demam tinggi. Keputusan akhir selalu diambil dokter setelah memeriksa anak secara langsung.
Program imunisasi rutin nasional mencakup Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, dan Campak-Rubela (MR), yang diberikan bertahap sejak lahir hingga usia sekolah. Selain itu ada imunisasi tambahan yang dapat dipertimbangkan sesuai usia dan kondisi anak. Jadwal lengkap dan tanggal vaksin berikutnya untuk anak Anda dicatat pada Buku KIA dan pada rekam imunisasi di dr-joey.com.
Sebagian besar anak mulai berjalan pada usia 9–18 bulan dan mengucapkan kata pertama sekitar usia 12 bulan. Rentangnya lebar, sehingga anak yang berjalan pada usia 15 bulan tetap normal. Yang perlu dikonsultasikan adalah bila anak belum bisa berjalan sama sekali pada usia 18 bulan, belum mengeluarkan satu kata pun pada usia 18 bulan, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
Bawa Buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) atau catatan imunisasi bila Anda memilikinya, serta kartu identitas anak. Pada kunjungan PERTAMA, buku itulah satu-satunya catatan riwayat vaksin dan pengukuran anak sebelumnya — informasi yang dibutuhkan dokter untuk melanjutkan, bukan mengulang. Setelah kunjungan pertama, setiap pengukuran dan vaksin dicatat ke rekam kesehatan digital anak, sehingga kunjungan berikutnya cukup membawa anak Anda.
Bisa — setelah kunjungan pertama, riwayat tumbuh kembang dan imunisasi anak dapat dilihat kapan saja di dr-joey.com dengan akun Google orang tua. Di sana tersimpan grafik pertumbuhan pada kurva WHO, catatan vaksin yang sudah diberikan, dan perkiraan vaksin berikutnya. Data setiap keluarga hanya bisa diakses oleh keluarga itu sendiri dan tim dokter.